• Sabtu, 24 Januari 2026



    Nabi Ibrahim As dikenal sebagai sosok sangat memuliakan tamu. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa setiap kali akan makan, maka Nabi Ibrahim rela berjalan   satu mil hingga 2 mil demi mencari seseorang yang hendak disuguhi makan. Saking sukanya beliau menyuguh orang, maka diberi julukan Aba el Dluyuf  bapak para penyuguh tamu.

    Ternyata di balik cerita itu,  Nabi Ibrahim As mempunyai cita-cita yang sangat mulia yakni ingin menyuguh umat manusia hingga akhir zaman. 

    Namun Allah menegur "Hai Ibrahim mana mungkin kamu mampu menyuguh umat manusia?" 
     
    Nabi Ibrahim pun menjawab dengan cerdasnya, "Jelas saya tidak mampu ya Allah. Akan tetapi Engkau yang maha kuasa pastilah mampu," jawabnya.

    Begitulah pintarnya Nabi Ibrahim As merayu Allah Tuhannya.

    Akhirnya Allah mengijabah doa Nabi Ibrahim. Satu saat Allah menurunkan malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim.
    Ketika itu malaikat jibril membawa Nabi Ibrahim ke puncak Jabal Abi Qubes. Dalam sebuah riwayat, Jabal Abi Qubes adalah puncak dari bukit Shafa.

    Di sana Nabi Ibrahim diberi segenggam debu yang berasal dari surga. Malaikat Jibril pun menyuruh Nabi Ibrahim untuk meniupkan debu tersebut ke-4 arah penjuru mata angin.

     Ketika itulah debu tersebut beterbangan ke seluruh penjuru dunia. Ajaibnya, setiap tempat yang kejatuhan debu tersebut maka akan menjadi tempat yang menghasilkan garam.

    Nah garam itulah yang hingga hari ini kita nikmati maka terpenuhilah cita-cita Nabi Ibrahim untuk menyuguh umat manusia seluruh alam hingga akhir zaman. (Naeli Rokhmah)

    #kisahhikmah #teladannabi




    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Diary Mbak Neli - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -